Langkah Efektif Kementerian Kesehatan RI – Deteksi Dini dan Pengendalian Penyakit Stroke dalam Rangka Hari Stroke Sedunia 2019

2019-10-29_22.41.35[1]

Jakarta, 28 Oktober 2019, bertepatan dengan hari Stroke Sedunia, dr. Cut Putrie Arianie. MH. Kes selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian penyakit dari Kementerian Kesehatan RI dan juga pak DR. dr Al –Rasyid. SP.S (K) selaku Sekretaris pokdi Stroke Perdossi Indonesia melakukan sosialisasi dan temu media di kantor P2PTM Jakarta Pusat, yang mereka membahas tuntas dan berfokus pada tata cara pendeteksian dini dan juga cara mengendalikan penyakit paling mematikan didunia yakni Stroke.

Stroke sebenarnya apa?

Seperti yang kita tahu bahwa Stroke adalah penyakit penyebab kematian nomor dua didunia dan penyebab disabilitas (kelumpuhan) nomor tiga dunia. Menurut BPJS sendiri, Stroke telah menghabiskan biaya pelayanan kesehatan cukup besar yakni 1,43 Triliyun yang setiap tahunnya terus naik.

Ada apa dengan Stroke?

Menurut WHO yang tak kalah mencengangkan, Stroke adalah penyebab utama kematian penduduk Indonesia. Sekitar 328.500 orang meninggal pada tahun 2012 lalu, terlebih tahun ini. Stroke sendiri adalah suatu tanda klinis yang berkembang cepat akibat gangguan otak vokal dengan gejala selama 24 jam atau lebih, yang itu dapat menyebabkan kematian.

Apa saja Gejala Penyakit Stroke?

Kementerian kesehatan RI yang bekerja sama dengan Himpunan Dokter spesialis saraf Indonesia (Perdossi),  mereka berbagi tips-tips mudah mengenali gejala Stroke, yang mereka menyingkatnya menjadi SeGeRa Ke RS. Kepanjangan daripada SeGeRa Ke RS ini sendiri adalah :

  1. Senyum tidak simetris dan sulit menelan air minum secara tiba-tiba
  2. Gerak separuh tubuh melemah, biasanya tubuh kanan
  3. BicaRa pelo, tidak dapat berbicara atau tiba-tiba tidak nyambung
  4. Kebas atau baal, kesemutan beberapa badan
  5. Rabun, tiba-tiba pandangan mata kabur
  6. Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba. Gangguan fungsi keseimbangan, seperti diputar dan gerakan sulit dikoordinasi

Apa Faktor Penyebab Penyakit Stroke?

Jika dilihat dari faktornya, faktor resiko tersering penyebab Stroke adalah masalah umur yang semakin meningkat, jantung koroner, diabetes mellitus, hipertensi dan kolesterol tinggi. Mengingat begitu pentingnya masalah ini, sebagai peneliti dari fakultas kedokteran UI bidang Neurologi DR. dr H. Al Rasyid SP. S (K) dan timnya melakukan penelitian dan mereka berhasil membuat memodifikasi alat pengukur kekentalan atau viskositas darah yang cepat, tepat dan juga mudah yaitu oleh alat Mikrokapiler Digital yang ia dapat mendekteksi faktor resiko terjadinya Stroke iskemik akut.

IMG_20191029_100820_062

28 Oktober, Peringatan hari Stroke sedunia ini spesial mengangkat tema #DontBeTheOne dan tema nasional “Otak Sehat, SDM Unggul” yang intinya tema ini ditujukan untuk masyarakat, agar menggugah kesadaran mereka agar dapat hidup sehat, lebih berdaya dan produktif.

Stroke memang sulit dihindari hidup dizaman yang serba instan seperti ini, namun apapun alasannya tetap saja pendeteksian dini perlu dilakukan agar memperkecil kejadian faktor resiko stroke karena jika sudah terlambat, penanganannya akan sangat sulit.

Apa harapan Kementerian Kesehatan?

Kementerian kesehatan berharap, semoga kita dan keluarga dapat menjadi agen perubahan dalam perilaku hidup sehat, terutama dalam pencegahan dan pengendalian faktor resiko penyakit Stroke, sehingga masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang berdaya dan juga berkualitas. Selamat Hari Stroke Sedunia 2019.

 

 

Kreatifitas dan Kerja Keras Mahasiswa di Kongres Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KCTBN) 2019

20191011_164730

Sudah pernahkah kamu mendengar tentang KKCTBN? KKCTBN atau Kongres Kapal Cepat Tak Berawak Nasional adalah kegiatan Kongres Kapal dengan beberapa kategori sekaligus kompetisi nasional yang diperuntukkan untuk para mahasiswa. Kongres ini diselenggarakan langsung oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Berlokasi di Universitas Muhammadiyah Malang pada tanggal 10 Oktober hingga 13 Oktober 2019. KKCTBN ini sendiri bertemakan “Teknologi Kapal untuk Menjaga Kedaulatan Bangsa di Era Revolusi 4.0”.

20191011_164808

Mempertimbangkan Kelayakan sebagai arena standart perlombaan tingkat nasional, maka Kompetisi ini berlokasi di 2 tempat yakni di danau depan Gedung Kuliah Bersama (GKB) I Kampus III UMM dan di Danau Taman Rekreasi Sengkaling yang tidak jauh dari UMM sendiri.

KKCTBN 2019 melombakan 3 kategori yaitu :

  1. Kategori Kapal Kendali otomatis, yang ia meski didesain, dibangun sebaik mungkin dengan piranti lunak elektronik otomatis maupun sensor warna
  2. Kategori kapal cepat listrik dengan sistem kenadli jarak jauh, yang ia menggunakan baterai sebagai sumber tenaga penggerak dengan bantuan remote Control
  3. Dan yang terakhir adalah kapal cepat berbahan bakar dengan sistem kendali jarak jauh

Hari Pertama Pembukaan tentu saja sangat meriah, UMM menjamu para peserta dengan sangat baik dengan tarian khas dan juga sambutan dari warga UMM. Universitas-universitas yang ikut serta pada kongres ini antara lain : Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Kalimantan, ITS, Politeknik Negeri Batam, Politeknik Negeri Ujung Pandang, UGM, Universitas Indonesia, Universitas Hasanuddin, Universitas Hang Tuah, UMM, Sekolah Tinggi Kedirgantaraan Yogyakarta, Universitas Andalas, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, UMS, Universitas Teknokrat Indonesia dan masih banyak lagi.

 

20191011_165011

Tentu KKCTBN 2019 ini sangat berbeda dari tahun lalu? Apa yang membedakannya? Yaitu jumlah pesertanya semakin banyak bahkan hingga dua kali lipat, Kemudian sistem penilaiannya menggunakan aplikasi yang bisa dipercaya yang akan akuntabel dan transparan.

Setelah bertanding dengan sengit menurut kategori masing-masing. Tepatnya Sabtu 12 Oktober telah ditentukan pemenang disetiap kategorinya.

Adapun pemenang kategori Autonomous Survace Vehicle (ASV) :

  1. Juara I Diperoleh oleh Polikteknik Perkapalan Negeri Surabaya (Aeroships)
  2. Juara II diperoleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (Barunastra Roboboat ITS)
  3. Juara III diperoleh oleh Uiniversitas Indonesia (Autonomous Marine Vehicle)
  4. Best Design diraih oleh ITS (Barunastra Roboboat ITS)
  5. Best Spirit diperoleh oleh UNS (Antares BUV)
  6. Best Tim Favoritdiperoleh UGM (Gamantaray)

Untuk kategori Electric Remote Control (ERC) Kejuaraan diperoleh antara lain :

  1. Juara I diperoleh oleh UGM (Gamantaray)
  2. Juara II diperoleh UMM Tuan rumah
  3. Juara III diperoleh Universitas Sebelas Maret (EL – Moana)
  4. Best Desain ERC diperoleh UM (Cakrawala),
  5. Best Spirit ERC diperoleh Univeristas Hang Tuah (HTMB Am Ngeri)
  6. dan Tim Favorit ERC Diperoleh oleh IPB (Barracuda V).

Juara Kategori Fuel Engine Remote Control (FERC) Antara lain :

  1. Juara I diperoleh oleh Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (Cakalang 7)
  2. Juara II diperoleh UMM
  3. Juara III diperoleh Universitas Negeri Surabaya (UNESA) (Seawolf)
  4. Best Design Diperoleh Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (Cakalang 7)
  5. Best Spirit diraih oleh Politeknik Negeri Ujung Pandang (Onepro_ MP)
  6. Tim Favorit diraih oleh UMM
  7. Best Poster diraih oleh UI ( Autonomous Vehicle)
  8. Best Fun Race diraih oleh Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (Cakalang 3 PPNS) Kategori FERC diraih oleh Universitas Negeri Surabaya (Seawolf)

Itulah acara sekaligus rincian pemenang Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN) 2019. Tentu saja acara ini banyak manfaatnya dan diharapkan kongres ini akan dapat menigkatkan kapasitas intelektual dan kemandirian melalui ajang uji kreativitas mahasiswa guna menghadapi tantangan global.

Setiap mahasiswa dan pemuda tentu membutuhkan wadah intelektual dan karya, acara seperti ini tentu sangat mendukung ide para mahasiswa dan dapat menyatukan ide seluruh mahasiswa nasional untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan demi kemajuan bangsa, semoga KKCTBN kedepannya semakin lancar, bermanfaat dan Jaya.

 

XL Axiata – BCC Gelar Pelatihan Literasi Digital, Mencetak Para Pengusaha UKM Perempuan Surabaya menjadi lebih Kreatif dan Mandiri

IMG-20191012-WA0034

Tepatnya hari Sabtu, 12 Oktober 2019 Sisternet Powered XL-Axiata dan Bloggercroony Community (BCC) Melaksanakan Kelas literasi digitalnya kembali di Hotel Batiqa yang berlokasi di Jl. Darmokali No. 60 Darmo – Surabaya. Seperti yang kita tahu bahwa ilmu tentang digital tidak pernah ada habisnya, selalu ada saja hal-hal baru didalamnya karena dunia digital sendiri seperti roda yang berputar kencang, tidak ada pilihan lain untuk para wirausaha UKM Perempuan selain tetap mengejar dan terus belajar.

Lanjutkan membaca “XL Axiata – BCC Gelar Pelatihan Literasi Digital, Mencetak Para Pengusaha UKM Perempuan Surabaya menjadi lebih Kreatif dan Mandiri”

Aksi Nyata XL-Axiata dan Bloggercroony Community (BCC) untuk mendongkrak Omset UKM Perempuan di Malang

IMG_9952 (1)

Jika perempuan dapat melakukan banyak hal dan sukses, tentu keluarga dan lingkungannya juga akan sejahtera. Begitulah memang fakta yang ada. Rabu, 28 Oktober 2019 di Malang raya, Sisternet program CSR XL – Axiata menggandeng Bloggercroony Community (BCC) salah satu komunitas unggulan yang berbasis di Jakarta, untuk menyelenggarakan workshop untuk senantiasa meningkatkan omset bisnis UKM di Malang dan mengoptimalkan gadget, sosial media digital yang mereka miliki.

Workshop pertama diberikan oleh Tyas Windarti yang ia merupakan CEO Bayi hijab. Workshop pertama ini membahas tentang pentingnya memiliki tim yang hebat, cara manajerial serta bagaimana mempertahankan tim yang hebat. Lanjutkan membaca “Aksi Nyata XL-Axiata dan Bloggercroony Community (BCC) untuk mendongkrak Omset UKM Perempuan di Malang”

Review Buku – “MEMANG JODOH” Karya Terakhir Marah Rusli disertai Curhatan Kehidupan Asmara-nya yang Menawan dan Melegenda

18168806

  1. Identitas Buku

Judul Buku                                    : Memang Jodoh

Penulis                                           : Marah Rusli

Penerbit                                         : Qanita

No. ISBN                                         : 9786021637791

Jumlah Halaman                        : 544

Berat Buku                                    : 500 gr

Kategori                                         : Romance

Teks Bahasa                                  : Bahasa Indonesia

Kategori                                         : Romance

Tanggal Terbit                             : Mei- 2015

Harga Buku                                  :Rp 60.000,00-80.000

       2. Tentang “Memang Jodoh”

Bagaimana aku dapat bekerja dengan baik untuk bangsa dan Negara, kalau aku selalu dibisingkan dengan perkara kawin saja?

Sedangkan hatiku rasanya penuh dengan cita-cita untuk memperbaiki yang belum sempurna juga menambah yang masih kurang !

 

(Marah Hamli)

 

Novel spesial satu ini ditulis oleh seorang Bapak Roman modern Indonesia yakni Marah Rusli. Jika mendengar nama Marah Rusli, tentu yang paling diingat adalah novel karangannya yang paling monumental yakni Siti Nurbaya. Perlu diketahui bahwa Novel “Memang Jodoh” Ini merupakan novel terakhir sakaligus Autobiografis seorang Marah Rusli.

BPg_QyjCYAEJ5RO

Sebenarnya novel “Memang Jodoh” jodoh ini naskah aslinya ditulis dengan menggunakan huruf arab gundul, lalu diketik dengan mesin tik manual pada zamannya, namun naskah ini masih tersimpan rapi selama puluhan tahun, dikarenakan atas izin Marah rusli, naskah novel ini diterbitkan setelah semua tokoh didalam novel “Memang Jodoh” ini meninggal dunia semua dan tentu ini membutuhkan waktu kurang lebih 50 Tahun, barulah Mei 2013 lalu Novel “Memang Jodoh” diterbitkan.

     3. Sinopsis “Memang Jodoh”

Buku ini menceritakan tentang idealisme seorang pemuda bernama Marah Hamli untuk memperjuangkan cinta yang dari awal diyakininya adalah jodohnya. Hamli sendiri adalah seorang bangsawan Padang. Ayah Hamli juga merupakan bangsawan Padang yang sangat terpandang. Ibu kandung Hamli sendiri adalah Bangsawan Jawa yang telah memutuskan untuk patuh dan taat kepada adat bangsawan Melayu.

Waktu berjalan cukup cepat. Pemuda yang potensial dan cerdas seperti Hamli telah menamatkan sekolahnya di Sekolah Raja di Bukit Tinggi. Hamli juga diterima disalah satu sekolah di Belanda, namun tentu saja ini tidak diambil Hamli karena ibu Hamli yakni Siti Anjani sangat tidak terima akan hal ini. Siti Anjani takut Hamli melupakan adat Minang dan tertarik dengan perempuan disana. Berdasarkan diskusi sengit Hamli dan ibunya, maka Hamli memutuskan untuk berkuliah di Ilmu Pertanian Bogor ditemani nenek Tercinta yakni Siti Khadijah.

Selama kuliah disana, Hamli menderita sebuah penyakit yang cukup aneh. Ia mengalami sakit Pilu yang sangat hebat, sakitnya tidak dapat disembuhkan begitu saja. Namun entah mengapa penyakit pilu tersebut sirna ketika Tuhan menakdirkan Hami bertemu dengan seorang gadis bernama Nyai Raden Asmawati. Raden Asmawati kebetulan merupakan perempuan Bangsawan Sunda.

Melihat Hamli sembuh secara berangsur-angsur dikarenakan adanya Raden Asmawati Din Wati ini, Nenek dan bibi Hamli ingin menikahkan Hamli dan Din Wati. Tentu saja pihak keluarga Din Wati tidak mempercayai dan menerima hal ini karena memang Hamli adalah orang jauh, namun pernikahan yang direncanakan ini mendapat izin dari Nenek, bibi, paman dan juga ayah Hamli di Medan. Tidak sampai disini, berita ini tentu sampai ke Padang, keluarga besar Hamli menyalahkan Ibu Hamli, yang menurut mereka bahwa ibu Hamli tidak dapat menjaga anaknya dengan baik, padahal Hamli sebenarnya akan dijodohkan dengan puteri baginda raja saudaranya.

 

Jika Ananda tidak diizinkan kawin dengan Hamli, biarlah Ananda mati bersama-sama dengan dia; Karena dia pun tak akan mau hidup lagi di atas dunia ini jika tidak bersama-sama Ananda,”

-Din Wati-

Suatu hari ayah Hamli dan Ibu tirinya di Medan sangat menginginkan Hamli untuk datang ke Medan bersama Din Wati. Disana sambutan meriah pun tak kalah meriah untuk menyambut Hamli dan istrinya Din Wati, namun kemeriahan ini juga disertai ujian yang tak kalah hebatnya. Di Medan Hamli sempat terkena tipu daya dari orang-orang yang ingin menjemput paksa Hamli untuk menikah dengan perempuan asli Minang, namun tentu saja Hamli bertekad untuk menolaknya, prinsip dan kesetiaan Marah Hamli memang tidak bisa diragukan lagi.

Tidak sampai disitu, tipu daya, hasutan dan fitnah terus mendera Hamli dan istrinya Din Wati, karena memang saudara Hamli yang tersebar di Jakarta, Surabaya, Bandung dan lain sebagainya sangat menginginkan Hamli dan Din Wati berpisah, dengan begitu Hamli akan dipaksa menikah dengan Perempuan Padang.

Setelah menamatkan sekolahnya di Bogor, Hamli memutuskan untuk pulang ke Padang, namun sementara Din Wati tidak ikut serta karena ia masih trauma dan takut karena peristiwa Hasutan dan fitnah saat ia di Medan beserta Hamli. Setelah kepulangan Hamli ini, maka keluarga besar sanak saudara semuanya mengadakan pertemuan. Dimana pertemuan ini sangat memojokkan Hamli karena Hamli dipaksa menceraikan Din Wati dan menikah dengan perempuan Padang. Seperti Kepribadian Hamli yang teguh, ia tetap bersi kukuh menolaknya karena Cintanya pada Din Wati istrinya.

Peristiwa itu tidak terjadi hanya pada Hamli, tetapi juga pada Din Wati. Din Wati yang merupakan bangsawan Sunda pun mendapatkan ujian hampir serupa, ia mendapat pinangan serta hasutan dari keluarga besarnya tentang keburukan Hamli, terlebih-lebih tentang bangsawan padang yang senang Poligami, tetapi tentu saja Din Wati percaya pada suaminya, tidak akan melakukan hal itu.

Ujian terberatnya adalah disaat bertugas di Semarang, ada surat untuk Hamli dari rekan ayahnya yang isinya adalah suruhan penjemputan istri kedua Hamli yang hendak ke Semarang. Ternyata Hamli dijemputb dan Diwali-nikahkan oleh pamannya di Pdang dengan perempuan asli Minangkabau. Karena hal tersebut tentu Din Wati sangat kaget, sakit hati dan ingin meninggalkan Hamli suaminya, namun keesokan harinya Din Wati mendapatkan kabar bahwa istri Hamli yang di Padang tersebut meninggal dunia. Din Wati lalu memutuskan tetap bersama Hamli dan tidak jadi meninggalkannya.

Marah_Rusli,_Pekan_Buku_Indonesia_1954,_p92

Waktu berjalan cepat. Sudah saatnya Hamli pension dari pekerjaannya. Meski pemerintah masih sangat membutuhkan Hamli namun dikarenakan kondisi Hamli yang tidak memungkinkan, maka pemerintah mengizinkan Hamli untuk pensiun. Sejak pensiun ia tinggal di Salabintana Sukabumi dengan keluarganya.

Genap pernikahan ke-50 Hamli menuliskannya kisah ini lalu cerita ini baru dipublikasikan sebagai autobiografi setelah semua tokoh ini meninggal dunia yakni 50 tahun lamanya.

Roman yang penulis kira luar biasa dan menginspirasi. Itu adalah alasan kuat penulis mereview novel yang satu ini. Marah Hamli adalah tokoh lelaki yang bertekad kuat, berprinsip dan juga setia.

Yang dilakukan tidaklah sepenuhnya salah. Bukan berniat menentang adat-istiadat tetapi ada beberapa adat yang kurang adil jika tetap diterapkan di zaman seperti ini. Cinta adalah hal mulia yang harus diagungkan apapun rintangannya, asal itu bukan hal yang salah, kita harus tetap memperjuangkannya.

Semoga dengan membaca review berikut, pembaca dapat tahu dan mengerti benar alur cerita luar biasa ini. Silahkan diambil yang dirasa benar dan silahkan dilupakan yang dirasa salah. Semoga terinspirasi 🙂

 

Mengintip Kegiatan Para Penggiat Literasi Sukses ” Musyawarah Nasional Gerakan Perpustakaan Anak Nusantara (GPAN) II” Di Villa Shaloem Kota Batu – Malang 06 – 07 April 2019

IMG-20190413-WA0031

Salah satu kunci membangun peradaban bangsa adalah dengan membuat para generasi dan warganya mencintai membaca dan menanamkan pada diri mereka bahwa belajar tidak akan pernah ada habisnya. Proses belajar harus terus dilakukan sepanjang hidup manusia. Belajar dan berilmu pengetahuan akan membuat kita semakin jauh dari kesalahan-kesalahan yang akan kita lakukan dalam hidup, karena faktanya banyak kesalahan dalam hidup ini adalah akibat dari ketidaktahuan kita terhadap sesuatu.

GPAN adalah salah satu komunitas yang turut serta membantu menciptakan sebaik-baiknya peradaban dengan mencerdaskan para generasi bangsa.

        A. Apa itu GPAN?

Sebelumnya Apa itu GPAN sendiri? GPAN Adalah singkatan dari Gerakan Perpustakaan Anak Nusantara, sebuah komunitas terbaik yang didirikan tepat pada 25 April 2015 lalu, memiliki visi mengembangkan Perpustakaan Anak Nusantara di berbagai daerah di Indonesia, sedangkan misi dari komunitas ini sendiri adalah menyiapkan sumber belajar untuk menunjang kualitas Sumber daya anak nusantara, Mendidik anak bangsa untuk menjadi generasi Emas bangsa, Mendorong anak untuk Mencintai membaca dan Mendukung penuh terciptanya perpustakaan anak di berbagai daerah. Visi dan misi yang saya kira sederhana tapi tentu saja akan memiliki dampak yang luar biasa bagi anak-anak Indonesia dimasa depan.

IMG-20190413-WA0021

Setahun terakhir, GPAN sendiri berkembang cukup pesat dan banyak melebarkan sayapnya melalui berbagai regional/daerah di Indonesia. Berikut ini 25 Regional GPAN yang saat ini juga aktif dalam mengembangkan keseluruhan Visi dan misinya :

  1. GPAN Malang
  2. GPAN Jogja
  3. GPAN Jember
  4. GPAN Lamongan
  5. GPAN Bandung
  6. GPAN Pasuruan
  7. GPAN Madiun
  8. GPAN Palu
  9. GPAN Probolinggo
  10. GPAN Medan
  11. GPAN Jakarta
  12. GPAN Banjarmasin
  13. GPAN Ponorogo
  14. GPAN Kepanjen
  15. GPAN Kediri
  16. GPAN Surabaya
  17. GPAN Bali
  18. GPAN Ciamis
  19. GPAN Depok
  20. GPAN Ngawi
  21. GPAN Kendari
  22. GPAN Pekalongan
  23. GPAN Mojokerto

IMG-20190413-WA0036

Kegiatan atau Program yang dimiliki GPAN ini tak kalah banyak dan hebatnya. Komunitas satu ini memang memiliki program yang banyak dibandingkan komunitas-komunitas lainnya, tetapi mereka selalu berhasil melaksanakan program-program tersebut dengan baik. GPAN sendiri dibagi menjadi 7 Tim disetiap regionalnya yakni Tim Badan Pengurus Harian (BPH), Tim Project Manager (PM), Tim Media Desain Grafis (MDG). Tim Sociopreneur (SP), Tim Humas (PR), Tim Donasi Patnership (DP) dan Tim Kesejahteraan Sosial.

Program Kerja dari GPAN sendiri tidak bisa dipandang sebelah mata, programnya selalu dilaksanakan secara sistematis dan terorganisir oleh para pengurus/anggotanya. Berikut ini program-program yang sudah terlaksana di GPAN, terlepas GPAN Pusat maupun Regional :

  1. Writing & Photo Contest
  2. Musyawarah Nasional
  3. Perpustakaan Kaget
  4. Cinta Literasi
  5. Seminar Literasi
  6. Outbond
  7. Bocah Pustaka
  8. Sabuku (Satu Bulan, Satu Buku)
  9. Pesantren Ramadhan
  10. Istana Buku
  11. Sharing Online
  12. Dan masih Banyak lagi.
IMG-20170930-WA0124
Kegiatan GPAN “Bocah Pustaka”
IMG-20170507-WA0010
Seminar Literasi
Outbond
Outbond
Goes to Media
GPAN Goes To Media
Tabaci GPAN Depok
Tabaci GPAN Depok

B. Musyawarah Nasional GPAN II

IMG-20190413-WA0025

Musyawarah Nasional yang dilaksanakan kemarin tanggal 6-7 April 2019 bertempat di Villa Shaloem Batu adalah program terbesar GPAN yang melibatkan Anggota GPAN seluruh Indonesia. Musyawarah Nasional ini adalah yang kedua dilaksanakan. Musyawarah Nasional dilakukan 2 tahun sekali yang memiliki tujuan cukup penting yakni sebagai ajang  silaturahmi dan solidaritas sembari membahas program kerja masing-masing regional, kendala yang melatarbelakangi program kerja tersebut dan Kesepakatan AD ART.

Musyawarah Nasional ini juga didatangi oleh founder selaku penasihat GPAN sendiri yakni Imam Arifa’illah, S.H, S.Pd, M.Sc dan acara ini dikoordinir penuh oleh GPAN Pusat dan juga GPAN Malang. Struktur Kepengurusan GPAN Pusat sendiri adalah sebagaimana berikut :

GPAN Pusat

Masih penasaran kan apa kira=kira kegiatan Musyawarah Nasional GPAN II selama 2 hari berturut – turut ini? Berikut ini adalah rundown acara Musyawarah Nasional GPAN II di Villa Shaloem :

rundown.jpg

Hari pertama Sabtu, 6 April 2019 diawali dengan penjemputan peserta karena memang peserta musyawarah nasional GPAN dari berbagai regional seperti GPAN Mojokerto, GPAN Pasuruan, GPAN Jogja, GPAN Kediri, GPAN Kepanjen, GPAN Bali dan masih banyak lagi. Terhitung terdapat 20 Panitia aktif dan Kurang lebih 50 Peserta yang menghadiri musyawarah nasional ini. Panitia juga mengajak Peserta jalan-jalan (Field Trip) Mengelilingi area Batu kota wisata dan sekitarnya. Peserta kelihatan sangat senang karena memang mereka banyak yang dari luar daerah yang bahkan jarang bahkan tidak pernah datang ke Batu, cukup menghibur.

IMG-20190413-WA0035

Sabtu sore acara yang tak kalah menarik adalah “Sharing Session” dengan komunitas literasi lainnya. Komunitas literasi yang juga hadir dan berbaik hati berbagi ilmu dan pengalamannya di musyawarah nasional GPAN II ini meliputi : Pak Santoso dari Perpustakaan Kota Malang, perwakilan dari Kampung Sinau, Ngalam Community dan juga Gallery Kreatif. Tentunya evaluasi tidak lengkap jika hanya berkutat pada komunitas sendiri, maka dari itu dengan berbagi suka duka bersama komunitas lain dalam pelaksanaan program-programnya akan membuat evaluasi semakin lengkap dan kita dapat lebih banyak belajar dari pengalaman-pengalaman komunitas lainnya.

Minggu, 7 April 2019 hari kedua dilanjutkan dengan Penyampaian program kerja dan kendala-kendala untuk mencapai program tersebut yang disampaikan langsung oleh ketua umum maupun perwakilan GPAN di setiap regionalnya. Ini sangat penting untuk bahan evaluasi dikarenakan jika disampaikan maka regional lain dapat aktif memberi masukan sekaligus saran dimana bagaimana baiknya untuk mengatasi permasalahan yang ada untuk mencapai programnya.

Dan acara penting yang juga terakhir adalah Sosialisai program terbaru sekaligus AD ART, anggota setiap regional dapat memberi masukan dan idenya demi GPAN yang terus lebih baik.

Tentu sebagai Negara yang berlandaskan Pancasila, musyawarah sangat penting dilakukan untuk mencapai mufakat dan pengambilan keputusan yang bijaksana. Matangnya keputusan akan menggembirakan seluruh pihak dan programnya pun nantinya dapat dilaksanakan semua anggota dengan senang hati.

Bagi kalian usia 18-30 Tahun dan tertarik untuk aktif menjadi penggiat literasi dan sanggup menjadi saksi kemajuan peradaban bangsa, Kepoin GPAN regional didaerah kalian masing-masing ya. Salam Literasi. Semangat Berbagi, Mengabdi dan Menebar Inspirasi.

Logo Sosmeed gpan

 

Cinta Membaca, Lantang Bersuara, Bertindak dengan Segera !

Tidak Perlu membakar buku untuk menghancurkan peradaban sebuah bangsa.

Cukuplah dengan tidak Membacanya.

-Ray Bradbury-

boy-and-girl-reading-and-writing-illustration_1308-2751
http://1001buku.org

Arti dari kata-kata mutiara yang dibuat oleh Ray Bradbury diatas adalah jika kita ingin menjadikan suatu bangsa termasuk bangsa kita Indonesia ini menjadi lebih baik. Dalam artian lebih baik dalam berbagai aspek, kuncinya adalah dengan membuat masyarakatnya senang membaca. Mengapa demikian? Membaca adalah aktivitas yang mudah, sederhana dan fleksibel dilakukan dimanapun dan kapanpun, namun dampak didalamnya sangat luar biasa.

Coba bayangkan jika satu pemuda saja gemar membaca tentang ilmu Kedokteran dan dia dapat sangat ahli di Bidang Kedokteran, akan ada berapa orang sakit yang dapat ia disembuhkan? Jika satu guru gemar membaca dan giat mengembangkan ilmu pengetahuannya, berapa banyak anak-anak bangsa yang kaya akan ilmu pengetahuan? Dan juga bayangkan jika ada satu saja pemimpin Negara yang ia gemar membaca dan kaya akan ilmu pengetahuan, betapa bijaksana dan adilnya setiap kebijakan yang ia perintahkan dan jadilah negara tersebut negara yang adil dan makmur. Jelas saja, semua orang perlu membaca, Apapun disiplin ilmu dan profesi yang mereka miliki.

Lanjutkan membaca “Cinta Membaca, Lantang Bersuara, Bertindak dengan Segera !”

Sebenarnya, Inilah 6 Cara Move On yang Baik dan Benar

quotabulary.com
quotabulary.com

Dalam sebuah hubungan cinta, pasti ada yang namanya kata PUTUS. Entah memutuskan untuk tidak berhubungan lagi atau memutuskan untuk Menikah. Hanya ada 2 kemungkinan itu dalam kisah Cinta. Jadi jika kamu saat ini dalam hubungan Cinta, kamu harus siap menerima salah satu diantara 2 kemungkinan itu.

Saling Mencintai lalu menikah adalah dambaan pasangan yang menjalin hubungan, tapi sayang sekali Menikah bukanlah hal yang sederhana. Menikah membutuhkan dua orang yang memiliki kesadaran tinggi dan bersedia bersama kita selama hidupnya, tentu saja tidak semua mau dan bersedia dengan ikhlas hidup dengan kita, disitulah terkadang suatu hubungan KANDAS begitu saja. Sedih? Putus asa? Depresi? Stress? Tentu saja. Saya pun tidak menyalahkan kalian semua.

images (1)
Cakapcakap.com

Lanjutkan membaca “Sebenarnya, Inilah 6 Cara Move On yang Baik dan Benar”

Anti Kebohongan dan Permusuhan ! Melatih Berfikir Mandiri dengan Metode Socrates

 

images

Katakan padaku !
Apa gunanya berfikir, jika itu hanya akan menimbulkan perselisihan?
Sudahkah semua yang kita pikirkan bermanfaat untuk diri kita sendiri dan orang lain?
Bagaimana kita dapat menemukan solusi terbaik, jika cara berfikir kita saja terkadang salah?
Bagaimana kita dapat bermanfaat dengan baik untuk diri kita sendiri bahkan orang lain jika cara berfikir kita salah?
Bagaimana mungkin kita bisa menyimpulkan, jika apa yang menjadi pembahasan kita saja terkadang masih saja salah?
Lalu, Bagaimana cara kita berfikir dengan benar, lalu menemukan solusi dan kesimpulan yang juga benar?
Mari kita berfikir dengan Benar, menemukan kesimpulan yang benar dan juga membawa manfaat sepenuhnya untuk diri kita sendiri dan juga orang lain !
  1. Apa Itu Berfikir?

Sebelum kita bahas lebih jauh. Sebenarnya itu Berfikir? Menurut Dewey (2008), Berpikir merupakan proses relektif yang dasarnya tak berbeda dengan berpikir ilmiah. Maksud dari berpikir relektif ini adalah menggabungkan antara proses induktif dan deduktif. Jadi dapat disimpulkan bahwa berpikir adalah sebuah proses dinamis dimana seseorang meletakkan dan menggabungkan pengetahuannya, yang membuatnya berpendapat lalu memutuskan sesuatu dari hasil pengetahuan-pengetahuannya tersebut.

Lanjutkan membaca “Anti Kebohongan dan Permusuhan ! Melatih Berfikir Mandiri dengan Metode Socrates”

Kami tidak Seharusnya, Hanya Belajar dikelas

Kami tidak Seharusnya,

Hanya Belajar dikelas

Oleh :

Krisna Hayuning Fadlilah

KBM-di-Kelas.jpg

Edu Center

Dengan kegembiraan, seseorang akan mudah menyerap ilmu yang diberikan. Kegembiraan membuat energi dan antusias seorang murid meningkat drastis, ini sebab dimana murid yang menyukai suatu pelajaran, akan lebih mudah untuk menguasai dan ahli didalam mata pelajaran maupun disiplin ilmu yang tengah ia pelajari tersebut, oleh sebab itu, selain guru harus mengajar dengan baik, maka sebaiknya guru juga mengajar dengan cara dan metode yang tepat, menurut saya, metode yang tepat itu,  tidak harus melulu berada didalam kelas.

Menurut Munif Chatib didalam bukunya “Kelasnya Manusia”. Ia berpendapat bahwa ruang kelas itu seharusnya seluas samudra, yang namanya kelas, itu tidak hanya sebuah bangunan balok atau kubus berukuran 7X7 atau 8X8 Meter persegi, yang hanya memiliki pintu masuk dan juga jendela. Mengacu juga pada filosofi Lao Tzu, seorang filsuf china, ia berargumen kuat bahwa sebuah ruang dipahami tak sekedar sebidang tanah yang dibatasi dinding dan atap, melainkan ruang adalah tempat beraktivitas dan faktanya tidak ada ukuran tertentu untuk menentukan sebuah ruangan itu. Apabila konsep Lao Tzu ini diterapkan pada sekolah sebagai tempat belajar, sesungguhnya setiap lingkungan adalah tempat belajar, tak terbatas hanya pada dinding-dinding kelas.

Didalam jurnal Metty Verasari yang berjudul “Mengenal Tipe Belajar Anak (Auditory, Visual, dan Kinestik). Anak-anak dengan tipe Auditory maupun visual mungkin masih mudah untuk belajar disebuah ruangan untuk beberapa jam, namun untuk anak dengan tipe pembelajar kinestik, ini akan cenderung akan lebih sulit dilakukan, alhasil anak-anak dengan tipe belajar kinestik sering dianggap pengganggu didalam kelas karena lebih banyak bergerak diantara yang lainnya. Tipe Kinestik adalah anak yang lebih mudah belajar dengan gerakan dan juga sentuhan. Lanjutkan membaca “Kami tidak Seharusnya, Hanya Belajar dikelas”